Konsumen anda belum tentu memahami fitur yang ditawarkan, apalagi untuk merasa membutuhkannya. Apalagi jika fitur yang disebutkan masih baru dan memiliki penjelasan yang rumit. Lebih baik ingat bahwa konsumen tidak ingin repot. Informasikan saja apa yang menjadi benefit atau manfaat bagi mereka. Bagaimana caranya, mari simak lebih lanjut.

Pertama pahami dulu apa itu Fitur dan Benefit. Fitur adalah spesifikasi teknis dari produk / layanan yang anda tawarkan kepada konsumen. Sementara yang dimaksud dengan benefit adalah manfaat yang dirasakan atau paling tidak dipersepsikan oleh konsumen dari fitur yang dimiliki oleh produk / layanan anda.

Kecuali jika fitur yang ditawarkan sifatnya sudah sangat umum dan sudah lama dikenal, tidak disarankan untuk menggunakan fitur yang masih baru untuk promosi anda. Kecuali juga market anda begitu spesifik yang memang sudah menggandrungi fitur-fitur dari kategori produk / layanan anda, tapi berapa banyak yang seperti itu? Faktanya adalah sebagian besar konsumen tidak atau belum peduli dengan fitur yang baru tersebut.

Mari lihat contoh pada Handphone ataupun smartphone, most people buy the products karena manfaat yang ingin mereka dapatkan. Mulai dari teknologinya, ukuran, desain, atau bahkan hanya sekedar “image”. Teknologi misalnya, yang dibutuhkan adalah kemampuan untuk video call, menggunakan aplikasi office, organizer, menikmati multimedia tanpa perlu peduli dengan teknologi yang diusung alat tersebut seperti prosesornya lah, versi aplikasinya, jenis lcd-nya, dan sebagainya. “Image” merupakan benefit yang bisa ditawarkan karena pengalaman historis dan juga positioning produk tersebut. Dan masih banyak aplikasi benefit lainnya.

Contoh lain untuk obat-obatan dan makanan kesehatan yang dijual secara bebas. Akan lebih mudah bagi konsumen untuk langsung melihat benefit dari produk tersebut, misalnya menghilangkan gejala sakit, menurunkan panas, mengurangi resiko, meningkatkan stamina. Ketimbang mengkomunikasikan sesuatu yang banyak orang awam tidak tahu, misalnya teruji klinis, terbuat alami / herbal, pembuatan higienis, dan sebagainya. Akibatnya, posisi produk sulit dipahami oleh konsumen kebanyakan.

Jika ingin menggunakan Fitur untuk dikomunikasikan, jangan lupa untuk dijelaskan apa benefitnya dengan cara yang paling mudah. Jangan berharap konsumen akan mencari tahu sendiri. Jika ingin edukasi, maka edukasi secara singkat dan jelas.

Langkah-langkah untuk komunikasikan Benefit:

  1. Tentukan benefit apa yang ingin konsumen anda rasakan.
  2. Tentukan juga apa yang membuat benefit produk anda berbeda dibandingkan dengan produk / layanan kompetitor. Hal ini penting dan akan menjadi identitas anda.
  3. Benefit jangan hanya jadi slogan, pastikan segala sesuatu yang terkait dengan pemberian “nilai tambah” tersebut memang benar-benar menunjang benefit.
  4. Jika ingin mengkomunikasikan fitur, komunikasikan tepat sebelum benefit. Sehingga jelas Fitur memberikan benefit apa.
  5. Kampanyekan benefit tersebut dengan cara promosi yang anda pilih.
Advertisements