[Pemikiran 2007] Promosi melalui iklan yang gencar,  inovasi mie dengan rasa yang unik plus bawang gorengnya, siapa konsumen yang tidak tergoda untuk mencoba? Walau demikian, budget promosi mie sedaap juga tidak sedikit. Terdengar rumor bahwa margin keuntungan yang diperoleh belum sebanding, rupanya perjalanan panjang mie sedaap untuk menggeser mie instan dari indofood masih harus menghadapi berbagai rintangan. Lalu bagaimana ya supaya mie sedaap memiliki akselerasi peningkatan share yang lebih cepat?

Coba kita lihat dari grup indofood dengan indomie dan supermie-nya. Bagaimanapun Top of Mind Indomie sudah sedemikian kuat seakan-akan menjadi produk kategori, misalnya ketimbang menyebut mie instan kebanyakan orang mungkin menyebut indomie atau supermie.

Lebih luar biasa lagi yang membuat fondasi indomie sulit untuk digeser adalah kekuatan channel distribusi pada warung-warung makan. 90% lebih pasti menggunakan istilah indomie untuk salah satu menu mie instannya. Sebut saja internet yang merupakan singkatan dari indomie telur kornet. Ya memang begitu kekuatan indomie yang dibangun puluhan tahun sehingga mengakar pada lapisan bawah.

Lantas bagaimana supaya Mie Sedaap juga bisa mengakar? Mungkin langkah serupa bisa ditiru, namun tentunya harus ada diferensiasinya. Oh ya, untuk mie instan ini ternyata harga tidak terlalu sensitif lho. Karena yang paling penting, rasanya pas dan tidak membosankan. Berikut kita coba susun rencana pemasaran mie sedaap:

  1. Mulai masuk pada pasar Warung Makan di daerah jawa atau luar jawa. Yang pasti area-nya harus fokus dulu untuk 6 bulan pertama.
  2. Kembangan model Trade marketing untuk warung, misalnya program diskon pemberian banner/spanduk promosi yang ada nama warung tersebut secara cuma-cuma, pemberian peralatan makan dengan logo mie sedaap, paket bundling dengan peralatan memasak, dan sebagainya.
  3. Kompetisikan juga warung-warung yang sukses membuat desain atau bahkan konsumsi mie sedaap terbanyak.
  4. Kampanyekan program tersebut melalui iklan. Bagaimanapun ATL tetap dapat merangsang konsumen untuk mencoba produk tersebut.
  5. Dari aspek distribusi, siapkan armada dan juga frontliner yang khusus melakukan monitoring dan juga replacement. Tujuannya, supaya barang di warung tidak kurang dan selalu penuh.
  6. Siapkan juga mekanisme pembayaran yang flexible, jika perlu diberikan modal di awal. Perlu diingat bahwa sasaran pertama adalah peningkatan share. Sehingga aktivitas-aktivitas selling-in ini perlu lebih agresif.

Karena produk dari wingsfood ini masih terbatas, tentunya skala ekonomis perlu diperhitungkan. Namun sekarang dengan bertambahnya produk dari wingsfood, seharusnya bisa melengkapi tiap warung sehingga lebih produktif.

Advertisements