Biasanya ketika pelanggan hendak membayar produk yang dibeli, di tanyakan “apakah ada yang lain?” untuk memastikan tidak ada pesanan yang terlupa sekaligus sebagai upaya untuk memancing pelanggan mengingat kembali produk lain yang perlu dibeli. Kalimat “apakah ada yang lain?” merupakan salah satu bentuk contoh “Cross-up Sell” yang sederhana.

Untuk meningkatkan atau tepatnya mengoptimalkan daya jual dari tiap pelanggan yang datang teknik cross-up sell dapat dikembangkan lebih jauh. Berikut contoh beberapa langkah cross-up sell yang dapat dilakukan:

  • Pertama kenali dengan baik produk/layanan yang dijual. Terutama di sales counter yang merupakan titik interaksi dengan pelanggan. Selain itu perlu ditunjang oleh keberadaan Sales Counter yang aktif atau rajin menawarkan suatu produk kepada pelanggan.
  • Selanjutnya menawarkan pembelian sekaligus dalam jumlah yang lebih banyak. Sebagai penjual perlu membayangkan konsumsi produk yang diperlukan oleh pelanggan. Misalnya yang semula hanya mengambil satu ditawarkan untuk mengambil dua (sesuai dengan kebutuhan). Aktivitas ini disebut sebagai “Up-Sell”.
  • Jika sudah optimal, selanjutnya bisa ditawarkan produk pelengkapnya. Misalnya jika membeli produk A umumnya juga diperlukan produk B yang akan memberikan manfaat kepada pembeli lebih baik lagi. Kesempatan ini juga tepat untuk menawarkan promosi penjualan yang sedang berlaku. Aktivitas tersebut yang dinamakan sebagai “Cross-Sell”.
  • Setelah itu baru kemudian ditanyakan “Apakah ada yang lain?” untuk membantu mengingatkan jika ada pesanan yang terlupa.
  • Program penjualan juga bisa dibuat untuk membantu meningkatkan pembelian. Misalnya harga lebih murah jika membeli lebih dari 1 unit, atau jika belanja minimal 100 ribu maka akan mendapatkan poin undian,  voucher, atau hadiah/gimmick yang nilainya tidak perlu mahal-mahal. Pada dasarnya pembeli akan menyukai hadiah yang menarik.
  • Aktivitas ini harus secara konsisten dilakukan dan dengan penuh semangat. Yang terpenting pada saat menawarkan tidak ada kesan “memaksa”, tapi yang tepat adalah “menginformasikan”.
Advertisements