Release-nya nokia communicator E90 memang luar biasa, Indonesia dipilih sebagai tempat untuk launching pertama. Dan konon hingga saat ini Indonesia merupakan market Communicator yang terbesar. Padahal Communicator merupakan produk yang tidak murah, tapi peminatnya sungguh luar biasa.

Artikel-artikel luar juga banyak yang membahas mengenai fenomena tersebut. Termasuk sentimen para kritikus kepada para pengguna perihal berapa persen dari fitur yang tersedia yang benar2 digunakan. Mungkin banyak yang hanya menggunakan untuk telpon dan sms, tidak lebih.

Sejak pertengahan tahun ini Blackberry semakin berkibar, walau sudah dirintis beberapa tahun sebelumnya namun belum cukup populer. Tapi keberadaan blackberry ini rupanya agak menggerus pasar communicator, dan prediksinya jumlah pengguna blackberry semakin meningkat.

Tidak dapat dipungkiri, instalasi dan penggunaan email di blackberry memang demikian mudahnya. Sehingga pengguna awam pun dapat langsung menggunakannya tanpa banyak kendala.

Secara pribadi saya menganggap bahwa handset blackberry hanya handset lifestyle, seperti halnya communicator ketika di-release. Bentuknya unik, berbeda (sempat ditiru oleh Nokia E61i), dan sekali lagi blackberry akan menawarkan “tampil beda”. Rasanya itu motivasi utama pembelian blackberry kebanyakan saat ini.

Dengan harga 5 jutaan, blackberry sebenarnya tidak berbeda dengan Nokia E61 (yang tanpa kamera dan berbodi plastik). Bahkan blackberry belum 3G, kecuali yang bold dan tipe 8707v. Tapi konsumen terbuai saja dengan fitur yang sebenarnya standar2 saja. E71 memiliki kemampuan yang sama dan jauh lebih baik. Saya baru saja meng-install blackberry connect di E90. Dan bisa merasakan benefit Push mail dengan kemudahan yang sama persis.

Dari sisi Pemasaran, posisi blackberry sangat diuntungkan oleh keadaan perilaku pasar. Ini adalah karena konteks, bukan konten. Semua yang terdapat di blackberry bisa dilakukan di handset tipe E Nokia, dengan harga yang relatif sama namun fitur jauh lebih lengkap. Tidak perlu dibatasi kemampuan browsing dan sebagainya.

Sukses-nya blackberry ini bisa mencontoh sukses Apple dengan ipod-nya yang kini sudah mencapai generasi ke-5. Komunitas terbatas dan terkesan eksklusif. Konsumen akan bangga menonjolkan simbol apple dan juga blackberry-nya. Ini pemasaran yang tidak bisa ditiru oleh para market leader. Karena produknya yang sudah terlalu banyak, sehingga memberikan kesan “pasaran”.

Advertisements