Secara singkat saja… Sales oriented ini sudah menjadi karakter kebanyakan orang-orang yang bergerak di bidang sales. Result menjadi pemicu utama dalam bekerja. Kehebatan melakukan closing, mencapai pertumbuhan, dan bahkan mencapai target yang diberikan.

Namun demikian, nyatanya orang yang berjualan sekedar untuk mencapai target akan terus terasa hambar jika tidak disertai dengan “penjiwaan” terhadap bisnis. Dan dari sekian banyak orang yang memiliki orientasi terhadap penjualan, ternyata hanya 20% yang memiliki orientasi “Bisnis”. Apa bedanya?

  1. Sales oriented (SO) fokus pada pencapaian sasaran jangka pendek, apa yang harus dicapai hari ini, minggu ini, atau bulan ini. Sementara Business oriented (BO) lebih fokus pada penciptaan pasar untuk masa-masa mendatang. BO akan memikirkan akankah konsumen akan tetap loyal dalam waktu setahun mendatang.
  2. SO bergerak lebih cepat, agresif, dan terlihat pantang menyerah. BO terlihat lebih lama dalam mencapai hasil, namun sama-sama agresif dalam upaya pengembangan bisnis.
  3. SO lebih sibuk meyakinkan konsumen untuk melakukan pembelian. BO sibuk berbincang dengan konsumen mengenai apa yang mereka harapkan.
  4. SO fokus pada produk dan konsumen yang memberikan kontribusi besar, karena itu adalah cara paling aman untuk mencapai targetnya. BO lebih telaten melihat potensi tiap konsumen sekecil apapun namun dengan tetap membina hubungan yang intensif pula dengan konsumen besar.
  5. SO terjebak pada ketergantungan produk, pembeli, dan harga tertentu, karena sudah cenderung pada perilaku komoditi. BO sibuk melakukan edukasi, menyebar informasi, dan memberikan layanan nilai tambah, karena BO memahami nilai tambah akan lebih memberikan manfaat jangka panjang.

Dan mungkin masih ada lagi perbedaan lainnya, tapi kedua orang ini memiliki tujuan yang sama yaitu mencapai hasil yang maksimal.

Advertisements