Jika anda perhatikan dalam 10 tahun terakhir, dalam masyarakat kita mulai terjadi pergeseran perilaku dan juga gaya hidup. Banyak penemuan-penemuan fenomenal yang mengubah cara hidup sehari-hari. Mulai dari telpon genggam, akses sosial media, media kerja digital portable, akses wifi, high speed internet akses, online shopping, video streaming, dan sebagainya. Tidak dapat dipungkiri teknologi begitu memanjakan konsumen atau lebih tepatnya memudahkan konsumen dan sebenarnya mendorong masyarakat untuk makin produktif.

10 tahun terakhir ini juga era dimana perusahaan-perusahaan semakin berlomba dalam hal kualitas layanan serta inovasi bisnis. Sehingga muncul asosiasi merek yang makin kuat.

Dengan adanya kemudahan teknologi sebenarnya tinggal masalah waktu untuk membangunkan kita semua bahwa manusia bisa merubah perilaku kehidupan sehari-hari. Selama ini manusia dipenuhi dengan naluri untuk beraktivitas di siang hari, dan istirahat tidur di malam hari. Hal tersebut terjadi karena selama ini belum ada alat bantu yang produktif untuk membuat manusia beraktivitas di malam hari. Pertimbangannya, aktivitas di malam hari memakan biaya yang lebih tinggi mungkin karena gelap membutuhkan pencahayaan yang lebih tinggi. Namun alasan yang paling dominan adalah mengenai kewajaran pola hidup, siang untuk kerja dan malam untuk istirahat.

Teknologi akan menyadarkan bahwa perilaku tersebut bisa dirubah. Jika selama ini kehidupan malam selalu didominasi dengan persepsi negatif, maka kedepannya tidak menutup kemungkinan untuk didominasi aktivitas positif. Selama ini dunia malam identik dengan pergaulan bebas, kehidupan di club, dan penuh pesta. Namun bagi industri tertentu, roda bisnis terus berjalan misalnya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang sedang tinggi. Peluang-peluang mengenai dunia malam sudah banyak dibidik oleh industri konsumen terutama makanan yang pertama menawarkan konsep 24/7 dengan kata lain tidak pernah tutup atau selalu buka.

Kemudian jam industri makanan ini mulai dicoba oleh industri retail dengan menjual promo midnite sale, bahkan mungkin saja yang sudah memulai konsep 24/7. Karena retail-retail kecil sudah banyak yang memulai konsep 24/7. Hal ini jelas menunjukkan waktu peluang mengenai aktivitas dunia malam makin tinggi. Dan masyarakat sudah mulai perlahan bergeser waktu aktifnya.

Jika kita percaya dengan prinsip waktu adalah uang, maka waktu malam yang berjumlah 50% dari total waktu sehari merupakan peluang bisnis dua kali lipat. Sehingga dengan memanfaatkan waktu tersebut, banyak pekerjaan yang mungkin saja bisa diselesaikan lebih cepat dan tentunya lebih produktif.

Anda bisa mulai membayangkan orang-orang ada yang mulai berangkat kerja kantoran jam 3 – 4 sore untuk mulai shift II yaitu jam 5, dan ada yang akan datang juga pada jam 12 malam untuk memulai shift III. Dan shift II, III ini bukan lagi monopoli industri konsumen (belanja) saja tapi juga industri perkantoran. Kita bisa menikmati layanan perbankan 24/7, dimana saat ini baru hari sabtu minggu saja. Bursa efek selalu aktif 24 jam, begitu pula dengan kantor pengacara, kantor pos, dan seluruh industri sangat terbuka peluang untuk aktif non-stop. Semua tinggal masalah pengaturan maintenance fasilitas yang saya yakin solusinya pun akan muncul seiring dengan terjadinya pergeseran waktu kerja ini.

Pergeseran ini saya prediksi akan makin cepat dalam waktu 5 tahun mendatang. Sebaiknya kitapun menjadi salah satu pionir yang mendobrak atau menjadi agen perubahan tersebut. Apakah ini merupakan dampak positif atau negatif? Bisa dua-duanya, tapi yang jelas populasi meningkat dan kita tahu penyebab keruwetan yang terjadi saat ini adalah karena semuanya menumpuk di waktu-waktu tertentu. Dan jika ada pergeseran waktu kerja, sangat mungkin ini bisa menjadi solusi produktivitas tidak hanya bagi perusahaan tapi juga bagi tiap individu di dunia ini.

Advertisements