Sepertinya masih saja organisasi yang sangat mengandalkan kekuatan penjualan, dalam hal ini “push-marketing” ketika mengharapkan pertumbuhan penjualan produk Consumer yang mereka tangani. Contohnya:

  1. Perusahaan sibuk melakukan deal penjualan dengan distribution channel, permainan gradasi diskon menjadi andalan.
  2. Tiap Sales Force dituntut untuk mampu menjual produk-produk tersebut dan melakukan edukasi kepada retailer.
  3. Perusahaan menyadari pentingnya coverage dan terus memaksa terjadinya push sales untuk sekedar pipelining saja.

Sehingga apa yang terjadi, para marketers tentunya sudah menduga yaitu terjadinya penumpukan stok di tingkat retailer. Push sales menjadi tidak efektif, karena TIDAK ADA PULLING OUT. Pemilik produk kemudian berharap dengan skema diskon yang diberikan mampu mendorong retailer untuk melakukan penjualan, namun hal tersebut sia-sia. Kenapa? Karena para retailer sendiri sudah sangat repot dengan ribuan produk yang harus mereka jual, sehingga mengurus produk yang tidak ada kegiatan promosi di pasar adalah kegiatan yang melelahkan dengan hasil yang tidak seberapa.

Menjual produk Consumer sudah jelas tidak lepas dari kegiatan untuk menciptakan Demand. Sementara kita semua sudah tau, bahwa untuk menciptakan demand maka perlu ada (1) Awareness, (2) Ketertarikan, dan (3) daya beli.

Menggunakan Momentum

Creative marketer harusnya tidak menyia-nyiakan momentum seperti saat ini di bulan Juni-Juli 2010. Ada moment liburan anak sekolah, hujan yang terus mengguyur, piala dunia, mencari sekolah atau kenaikan kelas. Bulan-bulan ini sebenarnya bagi sebagian industri merupakan masa “semi-puasa”, karena banyak dana belanja yang dialihkan untuk keperluan mengurus sekolah anak, atau bahkan berlibur dengan keluarga. Namun sebenarnya ada celah yang bisa digunakan. Misal diambil contoh untuk produk multivitamin untuk anak-anak.

Produk multivitamin bisa dipositioningkan sebagai pendamping anak dikala sedang berlibur dan bermain, sehingga anak-anak tetap terjaga kesehatannya. Di waktu hujan ini juga bisa dikaitkan untuk menjaga kesehatan anak. Multivitamin yang praktis untuk dibawa kemanapun sehingga tetap menjaga kesehatan keluarga.

Promosi-promosi harus lebih banyak aktif lagi melakukan event-event untuk meningkatkan “awareness”, “ketertarikan”, dan mempermudah “daya beli”. Caranya? banyak mengamati, terus mencoba, dan pantang menyerah.

Advertisements