Kode Produk / Item Code / Product Number merupakan kode yang digunakan oleh pabrikan untuk mengidentifikasikan suatu unit produk yang unik. Kode Produk ini yang membedakan produk satu dengan yang lainnya, tidak hanya dari sisi deskripsi, fungsi, tapi juga varian warna, ukuran, rasa, dan sebagainya.

Dengan menggunakan kode produk pada tiap satuan unit yang unik, maka akan memudahkan proses pelacakan, input, dan juga pengawasan.

Saat ini ada dua jenis Penomoran Kode Produk:

  1. Penomoran Pintar (Intelligent Numbering)
  2. Non-Intelligent numbering

Intelligent Numbering

Sebelum adanya sistem dan teknologi yang canggih, perusahaan umumnya menggunakan tipe penomoran produk yang pintar, dalam arti penomoran produk memiliki makna tertentu.

Misalnya untuk Produk : Saus Sambal Extra Pedas 125ml bisa diberi kode produk : FSSES001. Dimana kode produk tersebut memiliki arti misalnya:

  • F : Divisi Makanan (Food)
  • SS : Kategori Saus Sambal
  • ES : Varian Extra Pedas
  • 001 : Mewakili varian ukuran dalam hal ini 125ml

Dengan memberikan makna pada kode produk, hal ini sangat memudahkan petugas lapangan untuk identifikasi produk tanpa harus membaca deskripsi produk yang mungkin terlalu panjang. Dan tentunya juga menghindari kesalahan.

Kelemahan Intelligent numbering umumnya adalah:

  1. Memiliki jumlah karakter yang panjang, biasanya di atas 10 karakter. Karena menampung beragam informasi.
  2. Dibutuhkan kamus dan juga pelatihan kepada user untuk membaca kode-kode yang terdapat pada produk
  3. Dibutuhkan proses perawatan (maintenance) yang lebih kompleks, terlebih jika terlalu detail seringkali produk yang sama bisa memiliki lebih dari 1 kode produk di sistem karena purpose-nya berbeda

Non-Intelligent Numbering

Saat ini dengan berkembangnya teknologi, dimana sudah makin banyak digunakan teknologi barcode, RFID, dan sebagainya, penggunaan Intelligent numbering dinilai tidak memberikan benefit yang signifikan. Database produk di sistem saat ini mampu menampung berbagai informasi yang sebelumnya jika ditempatkan pada komponen kode produk akan terlalu panjang.

Kelemahan Non-Intelligent numbering umumnya adalah:

  1. Karena nomor produk tidak memiliki makna, maka sistem harus menyediakan field informasi untuk mengakomodir kebutuhan tersebut.
  2. Operasional bergantung pada sistem untuk bisa menampilkan informasi produk secara detail.

Perbandingan

comparison

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan

Jika sistem-nya mampu meng-akomodir, sebaiknya menggunakan non-intelligent. Karena penggunaan Intelligent numbering membuat operasional terlalu kompleks.

Advertisements