Search

XLN World

Passion for Improvement

Category

Consumer Insight

Trend Belanja Elektronik Indonesia 2012


Belanja elektronik di konsumen Indonesia pada 2012 akan semakin meningkat, beberapa indikator yang dapat dilihat antara lain:

  1. Mulai banyak masyarakat yang beralih ke LCD TV, karena harga makin murah bahkan yang branded sudah menyentuh di bawah 1 Juta Rupiah di awal Februari ini untuk ukuran 19″.
  2. Tablet PC Android murah semakin diminati, karena edukasinya sudah  mulai menyentuh segmen bawah. Semakin banyak orang yang ingin mencoba, walau kebanyakan hanya digunakan untuk bermain game ketimbang fitur utama seperti browsing ataupun mobile office.
  3. Produk konsumer elektronik seperti Kulkas, Mesin Cuci, Kompor, akan mulai mengarah pada lifestyle. Sehingga design akan menjadi salah satu faktor utama dalam pemilihan. Konsumen mulai senang dengan elektronik yang cantik untuk menghiasi ruangan mereka.
  4. Produk Apple akan tetap mendominasi segmen atas, karena masyarakat Indonesia sudah mulai teredukasi dengan fenomena yang muncul di 2011. Kepergian Steve Jobs secara nyata mendorong keingintahuan orang lebih banyak untuk menggunakan device dari Apple.
  5. Laptop / Notebook semakin menggeser Desktop.
  6. Blackberry di Indonesia akan mulai mengalami stagnasi, kecuali mulai terjadi penurunan harga yang memicu orang untuk segera mengganti blackberry tipe lama mereka dengan tipe yang baru. Namun blackberry tetap diminati sebagai alat media sosial yang paling pas bagi masyarakat Indonesia. Anak SD akan semakin banyak yang membawa blackberry ke sekolah. Ini salah satu alat untuk mengontrol anak mereka ketika berada di luar rumah.
  7. Ace hardware akan bertumbuh subur di Indonesia karena coverage yang makin luas. Alternatif belanja yang menyenangkan, terutama dengan pilihan produk yang unik. Electronic Solution dan kawan-kawan harus cukup puas mengandalkan penjualan LCD/LED TV saja juga fasilitas kredit yang diberikan. Tapi toko sejenis Ace Hardware mulai memberikan warna perlengkapan elektronik di rumah-rumah modern.
  8. Jumlah orang yang memiliki minimal 2 handphone semakin banyak, satu blackberry dan yang lain bisa android, apple, atau nexian dan sejenisnya.
  9. Retail convensional perlu segera putar otak untuk mempertahankan pelanggan, karena barang elektronik yang dicari bukan sekedar murah, tapi juga mudah didapatkan.
Advertisements

Dalam 5 tahun semua industri akan mengarah pada bisnis 24/7


Jika anda perhatikan dalam 10 tahun terakhir, dalam masyarakat kita mulai terjadi pergeseran perilaku dan juga gaya hidup. Banyak penemuan-penemuan fenomenal yang mengubah cara hidup sehari-hari. Mulai dari telpon genggam, akses sosial media, media kerja digital portable, akses wifi, high speed internet akses, online shopping, video streaming, dan sebagainya. Tidak dapat dipungkiri teknologi begitu memanjakan konsumen atau lebih tepatnya memudahkan konsumen dan sebenarnya mendorong masyarakat untuk makin produktif.

10 tahun terakhir ini juga era dimana perusahaan-perusahaan semakin berlomba dalam hal kualitas layanan serta inovasi bisnis. Sehingga muncul asosiasi merek yang makin kuat.

Dengan adanya kemudahan teknologi sebenarnya tinggal masalah waktu untuk membangunkan kita semua bahwa manusia bisa merubah perilaku kehidupan sehari-hari. Selama ini manusia dipenuhi dengan naluri untuk beraktivitas di siang hari, dan istirahat tidur di malam hari. Hal tersebut terjadi karena selama ini belum ada alat bantu yang produktif untuk membuat manusia beraktivitas di malam hari. Pertimbangannya, aktivitas di malam hari memakan biaya yang lebih tinggi mungkin karena gelap membutuhkan pencahayaan yang lebih tinggi. Namun alasan yang paling dominan adalah mengenai kewajaran pola hidup, siang untuk kerja dan malam untuk istirahat.

Teknologi akan menyadarkan bahwa perilaku tersebut bisa dirubah. Jika selama ini kehidupan malam selalu didominasi dengan persepsi negatif, maka kedepannya tidak menutup kemungkinan untuk didominasi aktivitas positif. Selama ini dunia malam identik dengan pergaulan bebas, kehidupan di club, dan penuh pesta. Namun bagi industri tertentu, roda bisnis terus berjalan misalnya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang sedang tinggi. Peluang-peluang mengenai dunia malam sudah banyak dibidik oleh industri konsumen terutama makanan yang pertama menawarkan konsep 24/7 dengan kata lain tidak pernah tutup atau selalu buka.

Kemudian jam industri makanan ini mulai dicoba oleh industri retail dengan menjual promo midnite sale, bahkan mungkin saja yang sudah memulai konsep 24/7. Karena retail-retail kecil sudah banyak yang memulai konsep 24/7. Hal ini jelas menunjukkan waktu peluang mengenai aktivitas dunia malam makin tinggi. Dan masyarakat sudah mulai perlahan bergeser waktu aktifnya.

Jika kita percaya dengan prinsip waktu adalah uang, maka waktu malam yang berjumlah 50% dari total waktu sehari merupakan peluang bisnis dua kali lipat. Sehingga dengan memanfaatkan waktu tersebut, banyak pekerjaan yang mungkin saja bisa diselesaikan lebih cepat dan tentunya lebih produktif.

Anda bisa mulai membayangkan orang-orang ada yang mulai berangkat kerja kantoran jam 3 – 4 sore untuk mulai shift II yaitu jam 5, dan ada yang akan datang juga pada jam 12 malam untuk memulai shift III. Dan shift II, III ini bukan lagi monopoli industri konsumen (belanja) saja tapi juga industri perkantoran. Kita bisa menikmati layanan perbankan 24/7, dimana saat ini baru hari sabtu minggu saja. Bursa efek selalu aktif 24 jam, begitu pula dengan kantor pengacara, kantor pos, dan seluruh industri sangat terbuka peluang untuk aktif non-stop. Semua tinggal masalah pengaturan maintenance fasilitas yang saya yakin solusinya pun akan muncul seiring dengan terjadinya pergeseran waktu kerja ini.

Pergeseran ini saya prediksi akan makin cepat dalam waktu 5 tahun mendatang. Sebaiknya kitapun menjadi salah satu pionir yang mendobrak atau menjadi agen perubahan tersebut. Apakah ini merupakan dampak positif atau negatif? Bisa dua-duanya, tapi yang jelas populasi meningkat dan kita tahu penyebab keruwetan yang terjadi saat ini adalah karena semuanya menumpuk di waktu-waktu tertentu. Dan jika ada pergeseran waktu kerja, sangat mungkin ini bisa menjadi solusi produktivitas tidak hanya bagi perusahaan tapi juga bagi tiap individu di dunia ini.

Melakukan Survey Kepuasan Pelanggan (2)


Pelaksana Survey

  • Internal. Melakukan survey sendiri tidak akan menghabiskan biaya yang terlalu banyak. Namun semua itu harus dibayar oleh ketersediaan waktu dan juga kompetensi untuk melakukan analisa data.
  • Eksternal. Jika menggunakan pihak surveyor eksternal, sebut saja Nielsen, Frontier, MARS, LSI, dsb. Sudah pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun hal itu terbayar karena segala pengerjaan lapangan, analisa dan sebagainya sudah dilakukan.

Pengerjaan Lapangan

Ini merupakan tahapan yang paling penting, karena jika pelaksanaannya salah maka hasilnya juga tidak akan akurat. Akhirnya hanya buang-buang uang dan waktu. Beberapa hal yang harus diperhatikan soal pengerjaan lapangan antara lain:

  1. Ketersediaan media survey, bentuknya kuisioner. Kuisioner sebaiknya tidak terlalu banyak, karena responden akan terlalu jenuh jika ditanya atau harus mengisi informasi yang terlalu banyak.
  2. Kapabilitas tim surveyor. Paling tidak keramahan akan jadi modal utama untuk membuka komunikasi dengan responden. Kesan awal yang buruk akan mempengaruhi kualitas pengisian, karena pengisian kuisioner juga akan terpengaruh kondisi psikis responden saat itu.
  3. Kejujuran tim lapangan. Ada kalanya karena sekedar memenuhi target, maka tim surveyor memanipulasi data. Untuk menghindari hal tersebut diperlukan alat kontrol yang ketat, dengan cara: Sampling untuk dampingi secara langsung, sampling mengecek ulang kepada responden untuk konfirmasi apakah mereka pernah didatangi oleh surveyor atau tidak, membuatkan kartu kunjungan yang harus dilengkapi dengan stempel atau kartu nama responden misalnya.
  4. Waktu pelaksanaan. Waktu survey tidak boleh memiliki waktu pelaksanaan yang terlalu lama. Satu bulan adalah angka yang paling lama untuk pelaksanaan survey. Alasannya cukup simple, tidak efisien.

Laporan Hasil Survey (Report)

Informasi apa saja yang hendak diperoleh dari Survey Kepuasan Pelanggan:

  1. Indeks kepuasan pelanggan, terutama untuk dibandingkan dengan kompetitor. Melalui indeks ini bisa dilihat siapa yang terbaik diantara para kompetitor.
  2. Top of Mind, terbaik belum tentu top of mind. Sehingga kita perlu tahu merek apa yang pertama kali disebut untuk suatu kategori. Top of Mind ini nantinya akan menjadi modal utama untuk membangun category association.
  3. Perceptual Map, hal ini berguna untuk melihat peta kompetitor. Artinya tiap merek umumnya memiliki kekuatan di satu aspek. Misal merek Air Asia identik dengan Murah, merek Garuda Indonesia identik dengan Layanan, dsb. Perceptual map ini lebih spesifik dibandingkan dengan Top of Mind yang melihat popularitas secara keseluruhan.
  4. Loyalty Index. Aspek ini untuk mengukur apakah ada keterkaitan antara kepuasan dengan loyalitas. Karena percuma saja jika pelanggan puas tapi tidak tercermin dalam itikad untuk melakukan pembelian di masa mendatang. Loyalty index juga dapat melihat aspek-aspek apa saja yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian di masa mendatang.

Penutup

Sebenarnya kalo didetailkan lagi masih banyak hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan survey. Namun poin-poin yang sudah disampaikan dalam 2 post ini merupakan hal-hal yang paling kritis yang harus bisa dikontrol secara langsung.

Survey kepuasan yang jelas bukan untuk pamer siapa yang terbaik, tapi justru lebih ke arah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan agar produk atau layanan yang dimiliki bisa senantiasa unggul dalam persaingan. Survey merupakan alat ukur yang sangat ampuh jika dalam dieksplor lebih dalam informasi-informasinya.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑