Search

XLN World

Passion for Improvement

Category

General

Contoh Service Excellence Apotek


Apotek merupakan toko yang memiliki kekhususan penyediaan produk-produk farmasi seperti obat, suplemen, alat kesehatan. Lebih spesifik lagi Apotek memiliki ijin khusus karena menyediakan obat-obatan yang bisa dijual berdasarkan resep dari dokter.

Seperti hal-nya mini market dan supermarket yang kian menjamur seperti Alfamart, Indomaret, Alfamidi, dsb, Apotek pun juga bertumbuh subur. Agar dapat bersaing, Apotek secara konsep perlu memperhatikan beberapa aspek pemasaran juga layanan.

Berdasarkan hasil observasi kami, maka disimpulkan beberapa hal utama yang bisa menjadi daya saing Apotek antara lain:

  1. Layanan
  2. Kelengkapan produk
  3. Harga Continue reading “Contoh Service Excellence Apotek”
Advertisements

Berkembangnya Retail Toko Baja


20120315-194534.jpg

Daftar Apotek Seluruh Indonesia 2012


Berikut ini merupakan daftar terbaru Apotek seluruh Indonesia 2012 yang terdaftar di website Kementrian Kesehatan RI.

Silakan download Daftar Lengkap Apotek dengan total sejumlah 10.784 outlet di seluruh Indonesia pada widget box di sebelah kanan.

 

Kini semua mengagumi 7 Eleven


Fenomena marketing memang tidak ada habisnya, selalu saja ada yang tampil terdepan dalam suatu periode. Memang market kini haus akan inovasi, sesuatu yang baru, yang bernilai tambah, dan menjadi trendsetter. 2 tahun ini (2011 – 2012) akan menjadi tahunnya 7 Eleven di Indonesia.

Mereka tidak berdiri dengan basis mini market, melainkan fast food resto. Karena keberadaan mini market itu sendiri sudah dibatasi di Jakarta karena disinyalir mengancam industri tradisional. Tapi inovasi memang tidak akan pudar. 7 Eleven yang sudah menjamur di Singapura kini siap menghantam Indonesia dan sudah menjamur di Jakarta dan terus bertambah.

7 Eleven juga bukan pemain untung-untungan, tiap baru buka selalu padat pengunjung. Ini fenomena, gaya hidup, juga kenyataan yang mengagumkan. Akademisi, majalah marketing, bahkan blog ini pun juga akhirnya tergelitik menulis mengenai 7 Eleven.

Ingin tahu rahasia sukses? sudah cukup banyak terurai di google atau jurnal / artikel marketing. Tapi sukses 7 Eleven bukan karena resep atau strategi yang canggih. Sukses juga merupakan momentum yang diciptakan dengan cantik.

Kita membicarakan mengenai bakat, kesempatan, keberanian, dan juga modal. Akan banyak 7 Eleven yang lain, bahkan untuk pemain lokal seperti Cipaganti, Bluebird, Kuliner lokal, dan sebagainya.

Apple, Kiblat Teknologi Saat Ini


Siapa yang membayangkan bahwa perusahaan ini akhirnya bisa menjadi trendsetter bagi dunia konsumer IT. 15 tahun lalu sebuah komputer Mac hanyalah sebuah desain unik dan kebanggaan para desainer grafis.

Kini apple adalah produk lifestyle, dan suka atau tidak hampir semua produsen IT menggunakan produk apple sebagai pembanding. Sebut saja mulai dari Window-based GUI pada sistem operasi, multi touch pada teknologi touch screen, appstore, iPod / iPad tablet. Semuanya berbondong-bondong mengklaim bahwa produknya secara spefisikasi teknis jauh lebih unggul.

Tapi so what dengan spesifikasi, karena bagi sebagian konsumen berduit kemudahan dan kecepatan aktual lebih penting. Macbook air juga merupakan trendsetter bagi kategori notebook kecil. mulai dari penggunaan SSD, desain tipis, dan tentu saja daya tahan baterai. Walaupun banyak produk yang berkeliaran dengan spesifikasi lebih bagus, tetap saja macbook air menjadi favorit.

Apakah konsumen bodoh? atau marketer yang justru bodoh? Bodoh jika menjadikan apple sebagai pembanding. Karena apple sendiri selalu ingin tampil “beda”. Ketika pada satu masa produsen banyak membuat netbook, apple meluncurkan tablet. Dan semua produsen kini memiliki tablet.

Saat mp3 diperkenalkan yang justru membuat industri musik khawatir, apple justru membuat iPod dengan iTunes untuk membangkitkan industri musik. So, people do love apple very much. Saat touchpad dihindari oleh kebanyakan pengguna notebook, apple membuat trackpad dengan fungsi gesture yang produktif, and users love it.

Menjadi trendsetter pastinya merupakan keinginan bagi tiap perusahaan, namun itu hanya akan terjadi jika kita mampu mengeluarkan produk yang berbeda dan juga indah. sederhana tapi sulit.

Pada akhirnya kita harus mengakui pada sukses suatu produk bukan sekedar masalah management maupun konsep pemasaran. Sukses produk juga merupakan sebuah karya seni yang tercipta melalui perenungan mendalam untuk menghasilkan maha karya.

Walau ada unsur komersial, namun pada proses pertamanya karya yang sukses lahir dari imaginasi yang di luar kotak.

Mengapa Karyawan Talent Pergi dari Perusahaan?


Bahasan mengenai alasan karyawan resign mungkin sudah cukup banyak, tapi mengapa karyawan talent pergi ini jadi soal utama bagi perusahaan maupun karyawan.

karyawan talent idealnya mendapatkan lebih banyak benefit dibandingkan karyawan biasa. Sehingga karyawan talent ini memang “dibedakan” dan mereka sadar bahwa mereka diretensi oleh perusahaan.

Karyawan talent biasanya juga memiliki career path yang lebih jelas, sudah ditentukan kemana-kemana saja pengembangan selanjutnya. Dan untuk menuju jenjang karir lanjutan, pengembangan apa yang diperlukan oleh karyawan talent tersebut. Dan begitu banyak lagi seharusnya-seharusnya yang membuat karyawan talent ini menjadi “Mesin Utama” perusahaan.

Karyawan Talent umumnya memiliki Visi yang sama dengan Top Management. Memiliki pengabdian luar biasa, dan kontribusi yang tidak sedikit, bahkan turut mengembangkan dan memberikan perusahaan positif kepada organisasi. Karyawan talent kelak merupakan generasi penerus pemimpin perusahaan.

[B]Penyebab[/B]

Lantas apa yang jadi penyebab karyawan talent pergi dari perusahaan yang telah mengembangkannya, mendidik, serta memberikan kesempatan selama ini?

1. Karyawan Talent tidak lagi merasa diperhatikan secara komprehensif. Tepukan di pundak, pujian dari manajemen kadang tidaklah cukup. Seperti yang disampaikan sebelumnya, apakah pembeda karyawan talent dengan karyawan lain.

2. Perusahaan tidak bisa mengharapkan keterbukaan dari seorang karyawan talent. Karena justru perusahaan lah yang harus mendekatkan diri dengan karyawan talent. Menanyakan mengenai kepuasan, aspirasi yang mungkin hingga saat ini belum tercapai. Tapi ini harus dilakukan secara sistem, bukan individu / atau melalui obrolan ringan semata.

3. Perlakuan yang kurang adil. Rejeki memang sudah ada yang mengatur, dan seringkali kita merasa bahwa promosi adalah keberuntungan / rejeki orang lain. Kitapun melakukan introspeksi untuk melihat kekurangan. Nah kesalahan perusahaan dari aspek ini adalah, pernahkah ketika ada posisi kosong ditawarkan kepada karyawan talent. Siapa tau ada minat sehingga peluang tersebut bisa ditangkap dengan baik.

[B]Hal yang perlu mendapatkan perhatian[/B]

Pada dasarnya manajemen terhadap karyawan talent ini perlu mendapatkan perhatian yang sangat serius. Seringkali karyawan talent keluar dari perusahaan tidak berakhir dengan baik. Yang muncul adalah hujatan, kekecawaan, bahkan pemojokan. Yang disalahkan adalah karyawan talent tersebut.

Yang perlu perusahaan ketahui mengenai kesalahan karyawan adalah jika terkait: kerugian bagi perusahaan, kinerja yang buruk, koordinasi tim yang tidak baik karena faktor leadership. sementara karyawan resign bukanlah merupakan kesalahan.

Kerja tidak seperti pernikahan yang memiliki komitmen reliji yang suci. Orang datang dan pergi dengan cara yang baik. Kenapa karyawan talent pergi, maka waktunya bagi perusahaan untuk instrospeksi kembali atas sistem mereka dan bagaimana mereka memperlakukan kepada karyawan talent.

Karyawan talent pergi umumnya bisa menyebabkan perusahaan malu, ataupun para manajemen malu. Karena akan dianggap mereka tidak mampu mempertahankan karyawan terbaiknya. Kekecewaan yang muncul lebih merupakan gengsi ketimbang rasa kehilangan. Sehingga langkah yang diambil adalah upaya untuk menjatuhkan karyawan talent tersebut, dan ketika ini terjadi maka justru semakin membuktikan sistem manajemen yang asli dari perusahaan tersebut.

[B]Bagaimana mengelola Karyawan Talent?[/B]

Mengurus atau mengelola karyawan talent sangat berat, dan membutuhkan perhatian ekstra serius. Karyawan talent seharusnya merupakan agenda strategis perusahaan, dan bukan merupakan bagian kecil dari departemen Human Resource.

Karyawan talent berdiri sejajar dengan para Pelanggan Perusahaan dan juga Shareholder. Mereka adalah aset dan motor penggerak perusahaan, sehingga sudah sewajarnya memiliki sistem yang lebih serius untuk menangani karyawan talent.

[B]Kesimpulan[/B]
Kehilangan karyawan talent adalah suatu aib dan juga kekecewaan besar bagi perusahaan. Namun karyawan yang pergi sama sekali tidak bisa disalahkan kecuali mereka membuat kerugian finansial, berkinerja buruk, ataupun tidak mampu mengelola organisasi.

Yang terbaik adalah membiarkan semua proses dengan bijaksana, tidak perlu menjadikan personal / pribadi. Karena perjalanan karir manusia masih panjang, dan masih ada kemungkinan untuk kembali menjalin kerjasama di waktu mendatang.

Blog at WordPress.com.

Up ↑