Search

XLN World

Passion for Improvement

Tag

antrian

Kepanikan Pasar (Market Nerveousness)


Susah sekali mendapatkan terjemahan yang tepat untuk nerveousness, namun untuk jurnal kali ini rasanya kata yang paling mendekati mungkin adalah “Kepanikan”. Yang ingin disampaikan disini adalah fenomena yang luar biasa di sekitar kita terhadap respon pasar atas kejadian/kesempatan yang muncul yang menarik (attractive) bagi pasar (market). Apa kekuatan yang luar biasa dibalik respon pasar sehingga konsumen rela berbondong-bondong mengantri, menunggu berjam2, kadangkala membayar lebih mahal untuk sesuatu yang luar biasa juga, ataubahkan ramai-ramai menjual?

Antrian konsumen secara singkat dapat dibagi berdasarkan beberapa situasi, antara lain:

  1. Produk / layanan yang sedang tren. Contoh: J-Co, Breadtalk, saham
  2. Produk / layanan yang luar biasa. Contoh: Coto Makasar Karebosi, bakmi GM, Carrefour
  3. Akan terjadi kenaikan harga. Contoh: kenaikan BBM.
  4. Sedang ada potongan harga sesaat. Contoh: one-day sale, mid-nite sale, etc.
  5. Kelangkaan Produk. Contoh: kelangkaan minyak tanah, tiket pesawat/KA, elpiji.
Yang pasti diantara kelima kategori tersebut kelangsungannya bersifat temporer. Wajar jika terjadi antrian ketika produk yang dicari sifatnya langka. Namun untuk keempat hal lainnya, diperlukan situasi yang sangat khusus, strategi yang tepat, dan juga pasar yang tepat.

Kepanikan Pasar ini sebenarnya merupakan potensi tapi juga sekaligus keprihatinan. Disebut potensi karena ada peluang bagi para produsen untuk memanfaatkan momentum tersebut sebagai sasaran pencapaian target jangka pendek. Namun prihatin dari sisi konsumen, karena itu menunjukkan betapa moral “mencari kesenangan” sesaat terjadi dalam masyarakat kita.

Continue reading “Kepanikan Pasar (Market Nerveousness)”

Advertisements

Antrian Pelanggan


Cukup banyak solusi-solusi dalam menangani antrian pelanggan dengan situasi yang memang dilematis yaitu kendala untuk menambah sumber daya tapi juga ingin meningkatkan kepuasan pelanggan.

Salah satu pendekatan praktis yang dapat digunakan kurang lebih sebagai berikut:

  1. Identifikasi terlebih dahulu waktu-waktu terjadinya antrian yang cukup banyak.
  2. Identifikasi terhadap beban kerja tiap stasiun kerja (staf/kasir) yang melayani pelanggan. Misalnya satu stasiun kerja dalam 5 menit bisa menangani berapa pelanggan.
  3. Membuat simulasi terhadap berapa jumlah stasiun kerja yang ideal dalam menangani pelanggan agar tidak terjadi antrian panjang. Sehingga bisa diperoleh “gap” yang dimiliki oleh bisnis anda terhadap harapan untuk bisa melayani secara maksimal.
  4. Coba lihat secara keseluruhan terhadap SDM yang bekerja pada jam sibuk tersebut. Tujuannya adalah untuk melihat kemungkinan adanya staf yang lain yang dapat membantu bekerja untuk melayani pelanggan. Hal ini tentunya menghapus paradigma “Bukan tugas saya” dalam lingkungan kerja yang berorientasi pada kepuasan layanan pelanggan.
  5. Pastikan anda memiliki ruang tunggu yang cukup nyaman, dilihat dari kebersihan, sarana hiburan (TV / radio), menggunakan kartu antrian, identifikasi kebutuhan di awal kedatangan sehingga pelanggan tinggal menunggu untuk dilayani dan membayar.
  6. Coba tawarkan moda pesanan melalui layanan antar melalui telepon. Dengan bermodalkan 1 atau 2 armada motor untk melayani pelanggan di daerah sekitar. Sehingga pelanggan yang sebelumnya rela mengantri bisa melakukan pemesanan dari rumah.

Alternatif lain adalah dengan membuat program khusus di jam atau hari yang tidak sibuk, sehingga mencoba mengalihkan pelanggan untuk datang tidak terpusat pada jam sibuk. Hal ini dilakukan contohnya seperti bioskop 21 dengan nonton hemat di hari senin. Atau program dari operator selular yang menawarkan tarif murah pada jam 12 malam. Semua itu semata-mata untuk mengoptimalkan sumberdaya dan tidak terpusat pada jam-jam tertentu.

Cara lain adalah dengan menciptakan experience selama proses menunggu. Kalo melalui telepon seringkali diisi dengan penjelasan suatu promosi atau fitur-fitur terbaru. Tapi kalo antrian fisik biasanya dengan pengadaan majalah, tv, atau saran hiburan lainnya.

Metode lain dengan menerapkan layanan khusus/spesial. misalnya dengan menerapkan biaya khusus untuk segera dilayani. Seperti layanan prioritas, beda-nya layanan ini bisa dibeli dengan ala charte. Sehingga dia bisa masuk station layanan yang berbayar, tapi bisa dilayani dengan cepat. Hal ini menarik minat bagi banyak profesional yang tidak punya waktu banyak untuk menunggu.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑