Search

XLN World

Passion for Improvement

Tag

business

Project Management as a Service


Simple Solution for your Big Idea.

We help you transforming your idea into implementation.

We are a set of Project Management Expertise with; Target-Result oriented, Sophisticated PM tools, Intensive Collaboration, Knowledgeable team, and Break through Solution.

Advertisements
Featured post

Pelajaran Bisnis yang Hebat dari Film “The Artist”


 

The Artist bukan sekedar film alternatif yang memenangkan oscar. Cerita yang disuguhkan pun merepresentasikan pesan yang mendalam.

Bukan sekedar bagaimana seorang aktor yang sedang “galau” karena termakan era per-film-an saat itu yang sedang berpindah dari “silent movie” menuju “talking movie”.

Cerita dalam film ini sungguh mengingatkan bahwa dalam bisnis pun seringkali menemukan permasalahan yang sama. Kesuksesan masa lalu bukan jaminan kesuksesan di masa mendatang. Pada kenyataannya jaman terus berubah, keinginan pasar semakin berkembang dan menuntut sesuatu yang baru. Jika tidak melakukan perubahan, perusahaan akan collapse termakan waktu.

Kuncinya adalah merespon terhadap perubahan, dan kebanggaan akan masa lalu merupakan penghalang kesuksesan di masa mendatang.

Dalam film tersebut digambarkan bahwa tidak mudah untuk merespon terhadap perubahan. Hal tersebut dikarekanan keyakinan diri yang terlampau besar, sementara situasi di pasar sudah berbeda. Apa yang menjadi sesuatu yang aneh saat ini bisa menjadi peluang yang luar biasa di masa mendatang. Karenanya perlu jeli untuk melihat kesempatan tersebut.

Pada dasarnya bisnis tidak perlu berubah secara drastis, mungkin kita tidak sadar terhadap aset yang sudah dimiliki saat ini yang mampu membawa perubahan besar. George Valentine mengenal sosok peppy miller, namun dia tidak memanfaatkan peluang tersebut karena ego-nya yang tinggi.

Selalu ada malaikat penjaga, dalam film tersebut adalah keberadaan anjing setia yang selalu menjaga dimanapun George berada. Bisnis pun memiliki sumber daya yang setia, yaitu para karyawan yang jujur dan loyal. Mereka akan menopang agar bisnis tidak jatuh.

Penting juga memiliki optimisme, George yang selalu terlihat gembira ketika berada di dekat peppy. Disamping aset, tapi juga motivator. Bisnis pun demikian akan selalu memiliki harapan dan juga penggerak, yaitu para investor dan pengelola. Perannya untuk membuat perjalanan hidup penuh gairah untuk menghasilkan sesuatu yang baru.

90 menit yang berharga untuk menyaksikan salah satu film alternatif yang mampu memenangkan oscar. Jenis film ini tidak akan menjadi trendsetter untuk jenis yang sama. Tapi Film ini akan membuat orang untuk bergerak menciptakan perbedaan-perbedaan yang menghibur juga menguntungkan.

Dalam 5 tahun semua industri akan mengarah pada bisnis 24/7


Jika anda perhatikan dalam 10 tahun terakhir, dalam masyarakat kita mulai terjadi pergeseran perilaku dan juga gaya hidup. Banyak penemuan-penemuan fenomenal yang mengubah cara hidup sehari-hari. Mulai dari telpon genggam, akses sosial media, media kerja digital portable, akses wifi, high speed internet akses, online shopping, video streaming, dan sebagainya. Tidak dapat dipungkiri teknologi begitu memanjakan konsumen atau lebih tepatnya memudahkan konsumen dan sebenarnya mendorong masyarakat untuk makin produktif.

10 tahun terakhir ini juga era dimana perusahaan-perusahaan semakin berlomba dalam hal kualitas layanan serta inovasi bisnis. Sehingga muncul asosiasi merek yang makin kuat.

Dengan adanya kemudahan teknologi sebenarnya tinggal masalah waktu untuk membangunkan kita semua bahwa manusia bisa merubah perilaku kehidupan sehari-hari. Selama ini manusia dipenuhi dengan naluri untuk beraktivitas di siang hari, dan istirahat tidur di malam hari. Hal tersebut terjadi karena selama ini belum ada alat bantu yang produktif untuk membuat manusia beraktivitas di malam hari. Pertimbangannya, aktivitas di malam hari memakan biaya yang lebih tinggi mungkin karena gelap membutuhkan pencahayaan yang lebih tinggi. Namun alasan yang paling dominan adalah mengenai kewajaran pola hidup, siang untuk kerja dan malam untuk istirahat.

Teknologi akan menyadarkan bahwa perilaku tersebut bisa dirubah. Jika selama ini kehidupan malam selalu didominasi dengan persepsi negatif, maka kedepannya tidak menutup kemungkinan untuk didominasi aktivitas positif. Selama ini dunia malam identik dengan pergaulan bebas, kehidupan di club, dan penuh pesta. Namun bagi industri tertentu, roda bisnis terus berjalan misalnya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang sedang tinggi. Peluang-peluang mengenai dunia malam sudah banyak dibidik oleh industri konsumen terutama makanan yang pertama menawarkan konsep 24/7 dengan kata lain tidak pernah tutup atau selalu buka.

Kemudian jam industri makanan ini mulai dicoba oleh industri retail dengan menjual promo midnite sale, bahkan mungkin saja yang sudah memulai konsep 24/7. Karena retail-retail kecil sudah banyak yang memulai konsep 24/7. Hal ini jelas menunjukkan waktu peluang mengenai aktivitas dunia malam makin tinggi. Dan masyarakat sudah mulai perlahan bergeser waktu aktifnya.

Jika kita percaya dengan prinsip waktu adalah uang, maka waktu malam yang berjumlah 50% dari total waktu sehari merupakan peluang bisnis dua kali lipat. Sehingga dengan memanfaatkan waktu tersebut, banyak pekerjaan yang mungkin saja bisa diselesaikan lebih cepat dan tentunya lebih produktif.

Anda bisa mulai membayangkan orang-orang ada yang mulai berangkat kerja kantoran jam 3 – 4 sore untuk mulai shift II yaitu jam 5, dan ada yang akan datang juga pada jam 12 malam untuk memulai shift III. Dan shift II, III ini bukan lagi monopoli industri konsumen (belanja) saja tapi juga industri perkantoran. Kita bisa menikmati layanan perbankan 24/7, dimana saat ini baru hari sabtu minggu saja. Bursa efek selalu aktif 24 jam, begitu pula dengan kantor pengacara, kantor pos, dan seluruh industri sangat terbuka peluang untuk aktif non-stop. Semua tinggal masalah pengaturan maintenance fasilitas yang saya yakin solusinya pun akan muncul seiring dengan terjadinya pergeseran waktu kerja ini.

Pergeseran ini saya prediksi akan makin cepat dalam waktu 5 tahun mendatang. Sebaiknya kitapun menjadi salah satu pionir yang mendobrak atau menjadi agen perubahan tersebut. Apakah ini merupakan dampak positif atau negatif? Bisa dua-duanya, tapi yang jelas populasi meningkat dan kita tahu penyebab keruwetan yang terjadi saat ini adalah karena semuanya menumpuk di waktu-waktu tertentu. Dan jika ada pergeseran waktu kerja, sangat mungkin ini bisa menjadi solusi produktivitas tidak hanya bagi perusahaan tapi juga bagi tiap individu di dunia ini.

Bedanya Sales Oriented dengan Business Oriented


Secara singkat saja… Sales oriented ini sudah menjadi karakter kebanyakan orang-orang yang bergerak di bidang sales. Result menjadi pemicu utama dalam bekerja. Kehebatan melakukan closing, mencapai pertumbuhan, dan bahkan mencapai target yang diberikan.

Namun demikian, nyatanya orang yang berjualan sekedar untuk mencapai target akan terus terasa hambar jika tidak disertai dengan “penjiwaan” terhadap bisnis. Dan dari sekian banyak orang yang memiliki orientasi terhadap penjualan, ternyata hanya 20% yang memiliki orientasi “Bisnis”. Apa bedanya?

  1. Sales oriented (SO) fokus pada pencapaian sasaran jangka pendek, apa yang harus dicapai hari ini, minggu ini, atau bulan ini. Sementara Business oriented (BO) lebih fokus pada penciptaan pasar untuk masa-masa mendatang. BO akan memikirkan akankah konsumen akan tetap loyal dalam waktu setahun mendatang.
  2. SO bergerak lebih cepat, agresif, dan terlihat pantang menyerah. BO terlihat lebih lama dalam mencapai hasil, namun sama-sama agresif dalam upaya pengembangan bisnis.
  3. SO lebih sibuk meyakinkan konsumen untuk melakukan pembelian. BO sibuk berbincang dengan konsumen mengenai apa yang mereka harapkan.
  4. SO fokus pada produk dan konsumen yang memberikan kontribusi besar, karena itu adalah cara paling aman untuk mencapai targetnya. BO lebih telaten melihat potensi tiap konsumen sekecil apapun namun dengan tetap membina hubungan yang intensif pula dengan konsumen besar.
  5. SO terjebak pada ketergantungan produk, pembeli, dan harga tertentu, karena sudah cenderung pada perilaku komoditi. BO sibuk melakukan edukasi, menyebar informasi, dan memberikan layanan nilai tambah, karena BO memahami nilai tambah akan lebih memberikan manfaat jangka panjang.

Dan mungkin masih ada lagi perbedaan lainnya, tapi kedua orang ini memiliki tujuan yang sama yaitu mencapai hasil yang maksimal.

Peringatan Hari Pelanggan


Berita diambil dari Suarasurabaya.net
RS Adi Husada Merefleksikan Pentingnya Makna Pelanggan

suarasurabaya.net| Merefleksikan pentingnya makna pelanggan, RS Adi Husada Undaan Wetan menggelar beragam kegiatan mulai 31 Agustus hingga 5 September 2009. Diantaranya, pencanangan Pekan Pelanggan dan pemasangan Pin yang dilakukan Direktur RS Adi Husada Undaan Wetan, Senin (31/08) ini.

Kegiatan lainnya, gerakan seluruh karyawan rumah sakit dengan 3S yakni Senyum, Salam dan Sapa Pelanggan. Dr ANANG PITOYO Ketua Panitia Acara pada suarasurabaya.net, mengatakan, masyarakat bisa memanfaatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis dalam rangkaian peringatan Hari Pelanggan yang jatuh pada 4 September.

“Kita akan melakukan pemeriksaan tensi dan gula darah secara gratis pada 1 September, pemeriksaan Osteoporosis dan konsultasi gratis pada 2 September, pemeriksaan dan konsultasi gizi gratis pada 3 September. Dalam kegiatan ini masyarakat bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya,”ujar ANANG.

Kegiatan selanjutnya, sebut ANANG, kejutan bagi pelanggan yang melakukan transaksi dengan rumah sakit pada 4 September dan 5 September digelar pemilihan karyawan pemberi pelayanan terbaik ke pelanggan. Untuk pemilihan karyawan dilakukan dewan juri dengan 7 kriteria yakni pelayanannya, pro aktif, kedispilinan, kerjasama, komitmen pada organisasi, keinginan menciptakan prestasi dan jiwa kepemimpinan.

Menurut ANANG, pemilihan karyawan ini merupakan kali kedua hanya berbeda dari sisi penilaian. “Panitia ingin membuat metode dengan 7 kriteria yang sifatnya transparan dan bisa dinilai berbagai kalangan. Seperti halnya, ajang pemilihan umumnya, ada proses seleksi, wawancara dan pengisian kuisioner dan itu semua ada skornya. Hadiah yang disediakan mulai uang tunai, piagam sampai hadiah hiburan,”ujarnya.

Peringatan Hari Pelanggan, kata ANANG, tujuannya adalah memberikan makna pelanggan bagi kelangsungan rumah sakit dan memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan rumah sakit. Pelanggan rumah sakit, tidak hanya pasien saja tapi juga para pemasok rumah sakit.

Untuk menambah wawasan pada karyawan, RS Adi Husada Undaan Wetan juga menggelar seminar “Makna Pelanggan Dalam Pelayanan Prima Di Rumah Sakit“ dengan menghadirkan dua pembicara yakni LEO KUNCORO Training Manager dan SATRIO PRAMUDONO Customer Service Manager PT Anugerah Argon Medika.

Menurut SATRIO memberikan pelayanan prima pada pelanggan tidak lepas dari komitmen manajemen yang terkait dengan visi dan misi. Kalau dalam visi dan misi memang ada service customer, bisa disosialisasikan pada setiap personil dan dikaitkan dengan job desk-nya. Dan ini semua ada indikatornya.

“Sekarang ini makin banyak penghargaan terkait dengan pelayanan prima oleh konsultan maupun lembaga indipenden. Diantaranya, Customer Service Award. Sedangkan untuk pelayanan prima bentuknya seperti apa di layanan kesehatan, harus dilihat dari sisi SDM-nya,”ujarnya. (tin)

Business Development yang Agresif


Dalam beberapa perusahaan kategori Vertical Market, biasanya dikenal divisi “Business Development”. Perannya adalah mencari klien / principal untuk meningkatkan nilai bisnis yang saat ini dimiliki. Perannya sebenarnya lebih ke arah “Sales” pada kebanyakan “Horizontal Market” namun dalam target client yang lebih terbatas dan membutuhkan pengetahuan bisnis yang dalam.

Business Development tidak lagi bersifat pasif dalam arti menunggu Principal untuk datang menghubungi, melainkan sudah berperan aktif dalam menjajaki dan membina hubungan dengan para calon-calon Principal tersebut. Bagi pelaku “Business Development” yang sudah senior, membina hubungan tidaklah sulit. Karena orang-orangnya bisa jadi merupakan kolega lama, kenalan dalam sesi tertentu, dan sebagainya. Sehingga sempat diidentikan bahwa seorang Business Development pastinya orang yang sudah senior dan memiliki jaringan bisnis yang luas.

Walaupun jaringan merupakan modal yang utama, pengetahuan mengenai industri pun tidak kalah pentingnya untuk meyakinkan kepada calon client bahwa Business Development tersebut memang orang yang capable dan perusahaan yang diwakili-nya bisa memberikan solusi.

Pada jurnal ini akan dibahas mengenai Business Development yang Agresif mengenai modal dasar di luar (1) Jaringan, dan (2) Pengetahuan Industri, yaitu (3) Market Exploration. Sudah banyak konsep mengenai membangun Jaringan dan juga Pengetahuan Industri. Mulai dari pertemanan kecil, hingga hanya sekedar membaca majalah atau koran untuk menambah wawasan. Namun pada modal ke-tiga ini tidak bisa hanya didasarkan pada pengetahuan, melainkan sebuah keahlian.

Market Exploration

Berbicara market exploration bukan mengenai mengetahui ini itu dan lain sebagainya, melainkan berbicara mengenai keahlian dalam memanfaatkan peluang yang ada untuk menghasilkan solusi yang inovatif. Formula Market Exploration secara sederhana melalui beberapa tahap:

  1. Penguasaan terhadap pengetahuan Pasar
  2. Analisa potensi bisnis
  3. Solusi Inovatif

Untuk tahap pertama bisa dilalui dengan adanya pengalaman, mengikuti berbagai seminar, sharing, dan sebagainya yang bersifat memperkaya ilmu. Disamping itu bisa juga dengan pendekatan penelitan melalui survey, FGD, interview, dan seterusnya untuk menghasilkan sebuah resume pengetahuan yang akurat dan lengkap.

Pada tahap kedua ini mulai diperlukan inteligensia yang lebih tinggi. Dibalik laporan yang bersifat kualitatif maupun kuantutatif selalu tersimpan potensi tersembunyi yang harus dikorek. Penekanan saya adalah pada kata Selalu tersimpan potensi. Jika tidak jeli, maka potensi ini tidak akan terlihat. Semakin sering melakukan analisa, maka semakin peka terhadap berbagai macam peluang tersebut. Kuncinya adalah dengan bersikap kritis.

Di tahap ketiga merupakan produk dari tahap ke-dua. Menjadi kritis tidak akan berguna jika tidak bisa menghasilkan solusi yang lebih baik. Mengkritisi jauh lebih mudah ketimbang memikirkan bagaimana solusinya. Orang-orang yang bisa menghasilkan solusi inovatif adalah orang-orang yang gifted, atau sering juga disebut sebagai seniman. Bedanya seniman kali ini bekerja di kantor berpenampilan rapi. Karya-karya-nya adalah rangkaian keberhasilan yang diperoleh dalam mendapatkan klien-klien baru.

Ilustrasi

Pada tahapan kedua dijelaskan bahwa perlunya kekuatan analisa potensi bisnis, maka awal mulanya adalah sebagai berikut:

  1. Apa yang menyebabkan client akan berpindah atau mencari mitra bisnis yang baru? Alasannya hanya satu, karena ingin mendapatkan yang lebih baik. Kebanyakan kejadian disebabkan client yang tidak puas dengan mitra bisnis saat ini. Tapi ternyata tidak selalu demikian,bukan berarti yang saat sedang ada kerja sama jelek, tapi mereka melihat ada peluang yang lebih baik.
  2. Persoalannya, bisa jadi client ini memang sudah puas dengan mitra kerja-nya. Sehingga diperlukan “alat penggoyang” untuk membuat mereka melirik mencari yang lebih baik. Untuk membuat goyang bisa dengan cara berikut:
    1. Memberikan informasi bahwa ada potensi yang lebih baik, dan ini disampaikan secara kontinyu. Seolah-olah kita sudah menjadi mitra kerja-nya.
    2. Menunjukkan selalu kapabilitas yang dimiliki, membuat calon klien merasa iri. Sesuai peribahasa “rumput tetangga lebih hijau”.
  3. Untuk menggoyang tentunya diperlukan komitmen agar tidak menimbulkan “over-promised”.
  4. Tim Business Development harus rela bekerja kertas untuk hasil yang mungkin baru bisa diperoleh secara jangka panjang. Karenanya diperlukan orang yang memiliki “seni” untuk terus berjuang. Justru orang sales lapangan yang sangat berorientasi pada closing sangat tidak cocok, karena hasil yang terlalu lama akan membuat dirinya patah semangat dan kurang termotivasi.

Penutup

Dengan 4 tahapan yang diuraikan di atas tentunya membuat tim Business Development semakin tampil agresif. Silakan dicoba.

Blog at WordPress.com.

Up ↑