Search

XLN World

Passion for Improvement

Tag

C2C

Comment on “Image vs Selling” at amaliamaulana.com


Membangun brand image rasanya tidak mudah, mungkin dari 1000 brand atau lebih hanya satu yang akhirnya bisa benar2 ter-build setelah melewati masa-masa panjang.

Konsep untuk inovasi dan diferensiasi juga terkadang sulit diwujudkan, karena tidak semua para marketer ini ternyata cukup inovatif. Kadang-kadang orang yang terlahir “kreatif” yang akhirnya punya peran untuk itu. Tapi saya juga pernah ikut workshop bahwa itu bisa dibentuk, dan saya sangat setuju.

Saya sendiri yakin secara jangka panjang, image jauh lebih penting daripada short-term selling. Karena selling ini kan lebih banyak tergantun pada “People”, tapi bicara “image” lebih kepada “system” yang didesain.

Apapun istilahnya, tiap bagian punya pekerjaan masing2. Marketer ya menciptakan image, sementara salesman ya menciptakan sales itu sendiri. Toh ini bukan pilihan mau yang mana kan, tapi dua-duanya yang harus dicapai.

Untuk menciptakan “image” secara instant, ya mungkin harus benar2 “inovatif” seperti google, air asia, “brand sedaap” dari wings, dan juga resto2 yang terkenal di jakarta, juga contoh “brand baru” yang cepat terkenal. Bahkan trend sekarang mengarah kepada C2C marketing ya? Bahwa membangun image tidak harus mahal, konsumen tidak jenuh, harus benar2 terkonsep dan Boom.

Opportunity behind Lytacur


When first launched, I assumed lytacur was positioned to be the direct competitor of curcuma plus. Unfortunately, its marketing activities were not big enough to spread the awareness, especially to make the consumer to buy the product. And this year, the noise of Lytacur in the Market is declining. This is my point of view about Lytacur opportunity.

[Picture of Lytacur is taken from Dexa Medica website] Continue reading “Opportunity behind Lytacur”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑