Search

XLN World

Passion for Improvement

Tag

Innovation

Innovation in the Bottom of Pyramid


Now who doesn’t go to retails? Yes, Bottom of Pyramid Market is widely open. And everybody goes there. In Jakarta there’s several practices: Mie Sedaap started entering Warung Makan, Nescafe has spreaded their banners into several “Warung Kopi” and so does Kapal Api. Celullar Provider also attacks non-cellulars retailer to provide “Warung Banner”, and the funny thing is one store may have more than 2-3 store banners from esia, indosat, xl, etc. Do they really enter the rural market? Is it correct if we name it strategy to enter the bottom of pyramid? In fact, these producers have already set their price strategy to touch “that market”. So, it does enter the bottom of pyramid. The Question is, when everybody goes there, i mean in exact same market, then perhaps the next challange is how to win the retailers heart at the most convinient way. All you need is simply innovation. Continue reading “Innovation in the Bottom of Pyramid”

Sukses Bisnis melalui Diferensiasi


Apa yang membuat customer anda lebih memilih untuk membeli produk/layanan yang anda tawarkan ketimbang pesaing anda? Sebutkan tidak lebih dari 30 detik. Jika apa yang anda sebutkan berbeda dengan yang disebutkan oleh customer anda, berarti anda membutuhkan strategi Diferensiasi dengan tepat.

Diferensiasi, kunci sukses Pemasaran

Pada dasarnya tiap customer memiliki pilihan dan juga alasan dalam melakukan pembelian. Sementara itu banyak sekali saat ini tersedia pilihan bagi customer. Agar dapat menjadi pilihan bagi customer, menjalankan bisnis salah satu kunci suksesnya yaitu dengan menjadi unik/berbeda dibandingkan dengan kompetitor, yang dalam bahasa pemasaran seringkali disebut diferensiasi.

Bagaimana memulai Continue reading “Sukses Bisnis melalui Diferensiasi”

Distrinovation: Inovasi pada Distribusi


Model dasar distribusi

Distributor merupakan mediaries yang menghubungkan antara pabrikan hingga retailer. Alasan menggunakan distributor bagi para pabrikan juga sudah umum, antara lain:

  1. Pabrikan bisa fokus pada core business-nya.
  2. Produk delivery sehingga ketersediaannya menyebar sesuai area pemasaran yang sudah disepakati.
  3. Fungsi penagihan, sehingga pabrikan tidak berurusan dengan sekian ratus, bahkan ribuan account yang melakukan transaksi.
  4. Faktor resiko atas kerugian yang mungkin muncul dalam proses delivery, penyimpanan, piutang tidak tertagih, pembayaran yang molor, pengelolaan SDM dan infrastruktur yang sedemikian banyak.

Sementara itu value stream distributor hanya berasal dari fee margin nilai produk yang didistribusikan. Sehingga itu yang membedakan secara jelas antara distributor dengan layanan yang ditawarkan oleh 3rd party logistic. Dalam kasus ini distributor tidak memiliki wewenang dalam penetapan harga.

Continue reading “Distrinovation: Inovasi pada Distribusi”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑