Search

XLN World

Passion for Improvement

Tag

Management

Lean System Consulting Service


What we Deliver

  1. End-to-end Lean Strategy Blueprint: tailored to your business.
  2. Change Management Partner: assistance to achieve your goal.
  3. Lean Result: right implementation will deliver value to your customer and business.

Continue reading “Lean System Consulting Service”

Advertisements
Featured post

Pelajaran Bisnis yang Hebat dari Film “The Artist”


 

The Artist bukan sekedar film alternatif yang memenangkan oscar. Cerita yang disuguhkan pun merepresentasikan pesan yang mendalam.

Bukan sekedar bagaimana seorang aktor yang sedang “galau” karena termakan era per-film-an saat itu yang sedang berpindah dari “silent movie” menuju “talking movie”.

Cerita dalam film ini sungguh mengingatkan bahwa dalam bisnis pun seringkali menemukan permasalahan yang sama. Kesuksesan masa lalu bukan jaminan kesuksesan di masa mendatang. Pada kenyataannya jaman terus berubah, keinginan pasar semakin berkembang dan menuntut sesuatu yang baru. Jika tidak melakukan perubahan, perusahaan akan collapse termakan waktu.

Kuncinya adalah merespon terhadap perubahan, dan kebanggaan akan masa lalu merupakan penghalang kesuksesan di masa mendatang.

Dalam film tersebut digambarkan bahwa tidak mudah untuk merespon terhadap perubahan. Hal tersebut dikarekanan keyakinan diri yang terlampau besar, sementara situasi di pasar sudah berbeda. Apa yang menjadi sesuatu yang aneh saat ini bisa menjadi peluang yang luar biasa di masa mendatang. Karenanya perlu jeli untuk melihat kesempatan tersebut.

Pada dasarnya bisnis tidak perlu berubah secara drastis, mungkin kita tidak sadar terhadap aset yang sudah dimiliki saat ini yang mampu membawa perubahan besar. George Valentine mengenal sosok peppy miller, namun dia tidak memanfaatkan peluang tersebut karena ego-nya yang tinggi.

Selalu ada malaikat penjaga, dalam film tersebut adalah keberadaan anjing setia yang selalu menjaga dimanapun George berada. Bisnis pun memiliki sumber daya yang setia, yaitu para karyawan yang jujur dan loyal. Mereka akan menopang agar bisnis tidak jatuh.

Penting juga memiliki optimisme, George yang selalu terlihat gembira ketika berada di dekat peppy. Disamping aset, tapi juga motivator. Bisnis pun demikian akan selalu memiliki harapan dan juga penggerak, yaitu para investor dan pengelola. Perannya untuk membuat perjalanan hidup penuh gairah untuk menghasilkan sesuatu yang baru.

90 menit yang berharga untuk menyaksikan salah satu film alternatif yang mampu memenangkan oscar. Jenis film ini tidak akan menjadi trendsetter untuk jenis yang sama. Tapi Film ini akan membuat orang untuk bergerak menciptakan perbedaan-perbedaan yang menghibur juga menguntungkan.

Mengapa Karyawan Talent Pergi dari Perusahaan?


Bahasan mengenai alasan karyawan resign mungkin sudah cukup banyak, tapi mengapa karyawan talent pergi ini jadi soal utama bagi perusahaan maupun karyawan.

karyawan talent idealnya mendapatkan lebih banyak benefit dibandingkan karyawan biasa. Sehingga karyawan talent ini memang “dibedakan” dan mereka sadar bahwa mereka diretensi oleh perusahaan.

Karyawan talent biasanya juga memiliki career path yang lebih jelas, sudah ditentukan kemana-kemana saja pengembangan selanjutnya. Dan untuk menuju jenjang karir lanjutan, pengembangan apa yang diperlukan oleh karyawan talent tersebut. Dan begitu banyak lagi seharusnya-seharusnya yang membuat karyawan talent ini menjadi “Mesin Utama” perusahaan.

Karyawan Talent umumnya memiliki Visi yang sama dengan Top Management. Memiliki pengabdian luar biasa, dan kontribusi yang tidak sedikit, bahkan turut mengembangkan dan memberikan perusahaan positif kepada organisasi. Karyawan talent kelak merupakan generasi penerus pemimpin perusahaan.

[B]Penyebab[/B]

Lantas apa yang jadi penyebab karyawan talent pergi dari perusahaan yang telah mengembangkannya, mendidik, serta memberikan kesempatan selama ini?

1. Karyawan Talent tidak lagi merasa diperhatikan secara komprehensif. Tepukan di pundak, pujian dari manajemen kadang tidaklah cukup. Seperti yang disampaikan sebelumnya, apakah pembeda karyawan talent dengan karyawan lain.

2. Perusahaan tidak bisa mengharapkan keterbukaan dari seorang karyawan talent. Karena justru perusahaan lah yang harus mendekatkan diri dengan karyawan talent. Menanyakan mengenai kepuasan, aspirasi yang mungkin hingga saat ini belum tercapai. Tapi ini harus dilakukan secara sistem, bukan individu / atau melalui obrolan ringan semata.

3. Perlakuan yang kurang adil. Rejeki memang sudah ada yang mengatur, dan seringkali kita merasa bahwa promosi adalah keberuntungan / rejeki orang lain. Kitapun melakukan introspeksi untuk melihat kekurangan. Nah kesalahan perusahaan dari aspek ini adalah, pernahkah ketika ada posisi kosong ditawarkan kepada karyawan talent. Siapa tau ada minat sehingga peluang tersebut bisa ditangkap dengan baik.

[B]Hal yang perlu mendapatkan perhatian[/B]

Pada dasarnya manajemen terhadap karyawan talent ini perlu mendapatkan perhatian yang sangat serius. Seringkali karyawan talent keluar dari perusahaan tidak berakhir dengan baik. Yang muncul adalah hujatan, kekecawaan, bahkan pemojokan. Yang disalahkan adalah karyawan talent tersebut.

Yang perlu perusahaan ketahui mengenai kesalahan karyawan adalah jika terkait: kerugian bagi perusahaan, kinerja yang buruk, koordinasi tim yang tidak baik karena faktor leadership. sementara karyawan resign bukanlah merupakan kesalahan.

Kerja tidak seperti pernikahan yang memiliki komitmen reliji yang suci. Orang datang dan pergi dengan cara yang baik. Kenapa karyawan talent pergi, maka waktunya bagi perusahaan untuk instrospeksi kembali atas sistem mereka dan bagaimana mereka memperlakukan kepada karyawan talent.

Karyawan talent pergi umumnya bisa menyebabkan perusahaan malu, ataupun para manajemen malu. Karena akan dianggap mereka tidak mampu mempertahankan karyawan terbaiknya. Kekecewaan yang muncul lebih merupakan gengsi ketimbang rasa kehilangan. Sehingga langkah yang diambil adalah upaya untuk menjatuhkan karyawan talent tersebut, dan ketika ini terjadi maka justru semakin membuktikan sistem manajemen yang asli dari perusahaan tersebut.

[B]Bagaimana mengelola Karyawan Talent?[/B]

Mengurus atau mengelola karyawan talent sangat berat, dan membutuhkan perhatian ekstra serius. Karyawan talent seharusnya merupakan agenda strategis perusahaan, dan bukan merupakan bagian kecil dari departemen Human Resource.

Karyawan talent berdiri sejajar dengan para Pelanggan Perusahaan dan juga Shareholder. Mereka adalah aset dan motor penggerak perusahaan, sehingga sudah sewajarnya memiliki sistem yang lebih serius untuk menangani karyawan talent.

[B]Kesimpulan[/B]
Kehilangan karyawan talent adalah suatu aib dan juga kekecewaan besar bagi perusahaan. Namun karyawan yang pergi sama sekali tidak bisa disalahkan kecuali mereka membuat kerugian finansial, berkinerja buruk, ataupun tidak mampu mengelola organisasi.

Yang terbaik adalah membiarkan semua proses dengan bijaksana, tidak perlu menjadikan personal / pribadi. Karena perjalanan karir manusia masih panjang, dan masih ada kemungkinan untuk kembali menjalin kerjasama di waktu mendatang.

Belajar dari si Burung Biru


Jika di dunia global kita memuji Apple karena kreativitasnya dalam pemasaran maupun inovasi produk yang dihasilkan, maka untuk pasar domestik saya mengunggulkan si Burung Biru (Blue Bird) untuk menjadi kandidat kuat perusahaan yang inovatif. Sudah beberapa kali saya menghadiri sharing yang dilakukan bu Noni dan juga membaca artikel mengenai pengelolaan blue bird dari waktu ke waktu. Tidak pernah membosankan, dan bahkan selalu menarik untuk terus dipelajari dari waktu ke waktu.

Tidak jarang pula saya selalu menyempatkan berbincang dengan para pengemudi bluebird tentang tempat mereka bekerja. Dan pada akhirnya saya bisa menyimpulkan praktek manajemen kelas dunia yang perlu diacungi jempol.

  1. Identitas, idealisme, dan nilai perusahaan. Peran pendiri sepertinya terinternalisasi dengan sangat baik diseluruh aspek, mulai dari infrastruktur, proses, dan juga sumber daya manusianya. Walau tidak 100%, karena tidak ada yang bisa memiliki kinerja 100% di segala bidang. Nilai perusahaan sangat sederhana dan mudah dimengerti. Pengemudi bluebird pun bisa menjelaskan mengenai pentingnya “KEJUJURAN”, dan apa manfaat kejujuran bagi diri mereka maupun perusahaan.
  2. Positioning Kuat. Belum ada tandingannya di negeri ini positioning taksi yang melebihi Blue Bird. Dikenal sebagai taksi berwarna biru, jujur karena tingkat pengembalian barang tertinggalnya tinggi, dan sopan di jalan raya paling tidak lebih sopan dibandingkan taksi-taksi lainnya. Siapapun akan merekomendasikan kepada orang lain di luar Jakarta untuk selalu menggunakan taksi Blue Bird karena lebih Aman.
  3. Persepsi karena dibentuk. Image positif bluebird bukanlah kebetulan, tapi karena melalui proses jangka panjang dan komitmen kuat dari manajemen. Kekuatan supply disesuaikan dengan demand. Kata-kata tidak cukup diucapkan dari manajemen hingga level individu, tercermin dari praktek leadership – menjadi contoh bagi tim kerjanya, tersedianya panduan kerja yang jelas dan mudah dipahami. Fokus, dan tidak memiliki tuntutan yang macam-macam. Kesederhanaan adalah salah satu kunci sukses.
  4. Nilai bukan sekedar Slogan. Bluebird adalah taksi yang bukan mengejar TARGET sebagai sasaran utama. Pengemudi bluebird mendapat penghasilan berdasarkan KOMISI dan BONUS. Ini yang menyebabkan pertumbuhan yang agresif namun dengan cara yang sangat elegan. Sehingga Bluebird menghasilkan produk dan layanan yang sopan dan image positif. Bandingkan dengan taksi lain yang ugal-ugalan, terlihat jelas mereka sangat dikejar Target, apalagi jika sampai sempat2nya melakukan Demo menolak beroperasinya taksi Bluebird di wilayah mereka.
  5. Pengembangan Individu. Siapa yang takut berkarir di bluebird? tiap individu memiliki kesempatan selama ada kompetensi yang dimiliki. Perusahaan ternyata memiliki komitmen. Bluebird tidak mengandalkan Target sebagai pemicu pengemudi untuk menghasilkan kinerja baik, melainkan melalui proses pengembangan. Pengemudi diberikan training secara berkala untuk meningkatkan kompetensi dan me-refresh kualitas tiap individu.
  6. Menjadi Terdepan. Tidak takut kehilangan customer, karena bluebird sudah mendapatkan kepercayaan dari kebanyakan customer. Inovasi sungguh berlimpah, dari bisnis unit taxi saja misal pemesanan via telp, SMS, kemudian pembayaran dengan kartu kredit, voucher, fasilitas majalah, infrastruktur taksi yang selalu baru (umur kendaraan tidak lebih dari 4 tahun), penggunaan gps, dan sebagainya. Sehingga bluebird selalu menjadi benchmark bagi perusahaan taksi lainnya.

Idealisme, dan praktek marketing bukan hanya konsep di atas kertas. Contohnya sudah ada di negeri ini, dan bluebird adalah salah satu contoh riil yang dapat saya share.

Apa tanggapan para pengemudi yang saya tanya mengenai bluebird? “Saya senang bekerja disini, karena lebih nyaman dan aman, saya pun diperhatikan oleh perusahaan”.

Peringatan Hari Pelanggan


Berita diambil dari Suarasurabaya.net
RS Adi Husada Merefleksikan Pentingnya Makna Pelanggan

suarasurabaya.net| Merefleksikan pentingnya makna pelanggan, RS Adi Husada Undaan Wetan menggelar beragam kegiatan mulai 31 Agustus hingga 5 September 2009. Diantaranya, pencanangan Pekan Pelanggan dan pemasangan Pin yang dilakukan Direktur RS Adi Husada Undaan Wetan, Senin (31/08) ini.

Kegiatan lainnya, gerakan seluruh karyawan rumah sakit dengan 3S yakni Senyum, Salam dan Sapa Pelanggan. Dr ANANG PITOYO Ketua Panitia Acara pada suarasurabaya.net, mengatakan, masyarakat bisa memanfaatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis dalam rangkaian peringatan Hari Pelanggan yang jatuh pada 4 September.

“Kita akan melakukan pemeriksaan tensi dan gula darah secara gratis pada 1 September, pemeriksaan Osteoporosis dan konsultasi gratis pada 2 September, pemeriksaan dan konsultasi gizi gratis pada 3 September. Dalam kegiatan ini masyarakat bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya,”ujar ANANG.

Kegiatan selanjutnya, sebut ANANG, kejutan bagi pelanggan yang melakukan transaksi dengan rumah sakit pada 4 September dan 5 September digelar pemilihan karyawan pemberi pelayanan terbaik ke pelanggan. Untuk pemilihan karyawan dilakukan dewan juri dengan 7 kriteria yakni pelayanannya, pro aktif, kedispilinan, kerjasama, komitmen pada organisasi, keinginan menciptakan prestasi dan jiwa kepemimpinan.

Menurut ANANG, pemilihan karyawan ini merupakan kali kedua hanya berbeda dari sisi penilaian. “Panitia ingin membuat metode dengan 7 kriteria yang sifatnya transparan dan bisa dinilai berbagai kalangan. Seperti halnya, ajang pemilihan umumnya, ada proses seleksi, wawancara dan pengisian kuisioner dan itu semua ada skornya. Hadiah yang disediakan mulai uang tunai, piagam sampai hadiah hiburan,”ujarnya.

Peringatan Hari Pelanggan, kata ANANG, tujuannya adalah memberikan makna pelanggan bagi kelangsungan rumah sakit dan memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan rumah sakit. Pelanggan rumah sakit, tidak hanya pasien saja tapi juga para pemasok rumah sakit.

Untuk menambah wawasan pada karyawan, RS Adi Husada Undaan Wetan juga menggelar seminar “Makna Pelanggan Dalam Pelayanan Prima Di Rumah Sakit“ dengan menghadirkan dua pembicara yakni LEO KUNCORO Training Manager dan SATRIO PRAMUDONO Customer Service Manager PT Anugerah Argon Medika.

Menurut SATRIO memberikan pelayanan prima pada pelanggan tidak lepas dari komitmen manajemen yang terkait dengan visi dan misi. Kalau dalam visi dan misi memang ada service customer, bisa disosialisasikan pada setiap personil dan dikaitkan dengan job desk-nya. Dan ini semua ada indikatornya.

“Sekarang ini makin banyak penghargaan terkait dengan pelayanan prima oleh konsultan maupun lembaga indipenden. Diantaranya, Customer Service Award. Sedangkan untuk pelayanan prima bentuknya seperti apa di layanan kesehatan, harus dilihat dari sisi SDM-nya,”ujarnya. (tin)

Implementasi ISO 9001:2000 dengan Praktis


Jika membayangkan bahwa ISO 9001:2000 merupakan suatu ke-kaku-an organisasi, maka paradigma tersebut sudah jelas salah. Karena dibalik semua itu ISO 9001:2000 mengajak semua pelaku usaha baik pemilik maupun pengelola di dalamnya untuk bersama-sama melakukan improvisasi yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan.

Memang tidak murah namun juga tidak mahal untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000. Semua tergantung tujuan awalnya, apakah hanya untuk gaya-gayaan perusahaan, ataukah syarat untuk memenangkan tender, atau memang ada itikad dari top management untuk membentuk organisasi yang excellent. Continue reading “Implementasi ISO 9001:2000 dengan Praktis”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑