#1 Tetapkan sasaran Finansial

Sesuai dengan judulnya, jika ingin mulai berusaha maka tetapkanlah terlebih dahulu sasaran financial yang ingin dicapai. Dengan demikian usaha yang hendak dirintis akan mencapai hasil yang lebih optimal.

Walaupun tidak selalu tiap usaha harus selalu identik dengan tujuan financial, misalnya memberikan kontribusi kepada Negara, dan sebagainya. Tetap saja dari aspek bisnis, jika ingin tetap berlangsung untuk jangka panjang tentunya harus memiliki sasaran keuangan yang jelas.

#2 Memilih Jenis Usaha

Jika sudah menetapkan sasaran financial, maka selanjutnya bisa mulai dibayangkan industri jenis apa yang hendak digeluti. Karena tiap industri akan memiliki rasio keuntungan yang berbeda-beda dari tiap omset yang dihasilkan. Secara umum beberapa  rasio keuntungan yang dapat digunakan antara lain:

  1. Jika menjadi penyalur, biasanya rasio keuntungannya rata-rata sekitar 2%. Bisa kurang atau lebih, tergantung pada produknya juga. Tapi angka 2% merupakan angka yang umum.
  2. Jika menjadi pedagang retailer, angka keuntungan yang diperoleh rata-rata 5%. Ini juga tergantung produk dan juga tingkat persaingan.
  3. Membuka usaha restoran bisa jauh lebih menguntungkan. Kata kebanyakan orang untungnya bisa mencapai 50%. Tidak ada salahnya dicoba, tapi kebanyakan sih sekitar 30%. Ini juga tergantung pada konsep layanan yang ditawarkan, sekedar tempat makan atau hingga kualitas layanan kelas hotel?
  4. Sementara jika ingin memproduksi sesuatu, rasio keuntungannya kebanyakan juga bisa sekitar 30% – 40%.
  5. Pilihan yang perlu dipertimbangkan adalah membuka waralaba / franchise. Rasio keuntungannya kebanyakan sekitar 10%. Hanya cukup bertindak sebagai investor sekaligus pengawas. Karena sistem kerja, penyediaan SDM, semua sudah diatur oleh franchisor-nya.

#3 Menghitung Omset Continue reading “Mencapai pendapatan 30 juta per bulan dengan ber-wira usaha”

Advertisements